Ketika manusia diberikan akal sehat oleh Allah untuk
memilih, tentu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Ketika cinta menjadi
alasan seseorang untuk meninggalkan dan mengkhianati, sesungguhnya itu
bukan yang dinamakan cinta, tetapi nafsu. Cinta tidak sebuta itu ketika kita
masih bisa menggunakan logika.
Lantas mengapa rela meninggalkan dia yang baik dan tulus
mencintaimu demi mengejar-ngejar dia yang lebih cantik dan belum tentu lebih
baik daripada seseorang yang kau tinggalkan?
Kau pikir dirinya lebih baik dibandingkan dengan seseorang
yang kau tinggalkan? Belum tentu!
Terkadang apa yang kau suka belum tentu baik untukmu
Kau rela meninggalkannya demi mengejar kebahagiaanmu lalu
tidak memikirkan perasaan yang lain, yang sudah kau hancurkan
Apakah itu yang dinamakan atas nama cinta? Hingga rela
menyakiti hati yang lain
Memutar balikan fakta, seolah bukan dirimu yang bersalah
Cinta tidak menyakiti
Hati kecil tidak bisa berdusta
Dan logika tidak bisa memungkiri
Silahkan pilih menggunakan hati dan logika, bukan hanya
berdasarkan nafsu yang kau atas namakan cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar