Kamis, 11 September 2014

Short Note For YOU!

Eventhough,
Now we don't spend so much time to chat like before, I hope u know that you're still important for me....
Eventhough,
Currently I prefer to keep silent, I hope u know that I miss to hear your laughter a lot, I miss to hear your funny silly jokes so bad, I miss to hear your stories, I miss to see your smile.....

Eventhough.. I don't say it as often as before, I hope u know that my love for you is still the same....

Rabu, 27 Agustus 2014

Mengenalmu

Terimakasih pernah hadir dalam hidupku. Membawa sejuta warna dan kenangan yang sempat membuat diriku amat merasa berarti. Terimakasih pernah membuat diriku merasa utuh dan dicintai. Meski akhirnya kamu yang meninggalkanku. Kamu yang telah memilih aku, tetapi kamu juga yang melepaskanku. Terimakasih untuk semuanya. Segala hal yang baik dan buruk tentang kisah kita membuatku banyak belajar. Kamu memang bukan cinta pertamaku, sebelumnya aku sudah pernah jatuh cinta dengan beberapa pria lainnya, bahkan aku sempat menjalin hubungan dengan beberapa orang yang entah lah aku tak pernah mau mengakuinya. Tapi denganmu aku merasa sesuatu yang berbeda. Kamu begitu berarti hingga masih membekas dalam ingatan dan hatiku saat ini. Kehadiranmu yang tak pernah kuduga , tiba-tiba datang ke dalam hidupku memberikan warna baru yang belum pernah ku rasa sebelumnya. Awalnya tak pernah sedikitpun berpikir bahwa sosok cowok dingin yang selama ini sering menjadi bahan ceng-ceng'an ku dengan julukan ''sindentosca'' bisa menjadi seseorang yang istimewa dalam hidupku. Kamu datang disaat aku sedang tak mau mengisi hatiku, kamu yang berhasil menyembuhkan luka-luka di hatiku, kamu yang membuatku percaya untuk kembali mencintai lagi, kamu yang membuatku semangat meraih impianku dan menjalani hariku, kamu yang sering mengistimewakanku dengan sikap dan perlakuanmu, dan begitu banyak hal tentang kamu yang hingga saat ini masih sangat sulit untuk aku hapuskan. Tetapi hanya dalam waktu sekejap kamu berubah. Tanpa pernah benar-benar ku tahu apa salahku? Kamu menjauh dariku, berubah sikap, mendadak dingin dan asing, seperti bukan dirimu yang aku kenal selama ini. Kamu mengungkit-ungkit semua kekuranganku yang awalnya tak pernah kamu permasalahkan. Padahal sebelumnya kamu masih sangat baik sekali kepadaku. Kemudian kamu memutuskan untuk pergi meninggalkanku dan terang-terangan mengakui bahwa kamu lebih memilih yang lain. Aku tak mengerti dengan semua ini! Aku tak pernah benar-benar tahu apa alasanmu sesungguhnya untuk meninggalkanku? Sampai saat ini bahkan aku tak mau tahu segala rahasia yang kamu simpan tentang diriku. Aku sadar aku bukan manusia yang sempurna, tetapi aku sudah melakukan yang terbaik untukmu. Mungkin hanya itu yang aku mampu, karena sebagai manusia aku punya kapasitas dengan segala keterbatasan. Sungguh menyakitkan jika tiba-tiba kamu mempermasalahkan semua kekurangan ''sepele'' yang aku miliki, tanpa pernah kamu sadari tidak pernah sedikit pun aku mengungkit-ngungkit segala kelemahan dan kekuranganmu atau menuntutmu untuk berubah. Kemudian kamu memilih untuk bersama dengan seseorang yang kamu pikir lebih baik dari diriku tanpa pernah memikirkan perasaanku disini. Aku sungguh terluka. Terkadang pria hanya mengandalkan logikanya untuk mempertimbangkan suatu hal tanpa menggunakan perasaan. Yah mungkin menurutmu aku tidak pantas untuk mendampingimu, padahal dulu kamu yang berkata bahwa akulah calon istri yang baik buatmu, aku yang paling mengerti dirimu, aku yang selama ini kamu tunggu, dsb. Seakan kamu lupa dengan semua perkataan dan janji manismu kepadaku. Bodohnya aku mempercayai semua itu! Hingga detik ini pun aku masih tidak pernah mengerti mengapa secepat itu kamu berubah. Sakit memang rasanya, tetapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tahu , kamu pasti tahu kalau aku terluka karenamu. Kamu pasti tahu kalau aku sangat kecewa denganmu. Tapi mungkin kamu tidak tahu bahwa aku masih mencintaimu. Maafkan aku yang tidak sempurna dan tidak bisa menjadi sosok yang kamu harapkan. Terimakasih sudah melupakan semua kebaikan, ketulusan, dan pengorbanan yang selama ini aku lakukan. Terimakasih banyak.
Entah sampai kapan aku akan terus mengingatmu dan mengenang semua kenangan yang pernah terjalin diantara kita? Butuh waktu untuk bisa menghapus semuanya. Aku tidak pernah bisa membencimu meski amat sakit mengingat semua perlakuan yang kamu berikan kepadaku. Meski sulit untuk bisa memaafkanmu, tapi kenangan tentangmu akan selalu terukir rapi dalam memoryku dan akan ku simpan baik-baik. Kalau memang kita berjodoh Tuhan pasti akan mempersatukan kita kembali. Kalaupun bukan, aku berdoa semoga aku bisa mendapat seseorang yang jauuuuh lebih baik darimu yang benar-benar bisa membuatku melupakanmu. Aku tidak pernah ada niat untuk membalas semua yang kamu lakukan, biarlah Tuhan yang membalas semuanya. Balasan Tuhan itu jauh lebih adil. Semoga kamu dibukakakan mati hatinya dan menyesal karena telah menyia-nyiakanku. Bagaimanapun, kamu adalah seseorang yang pernah berarti dalam hidupku dan mencintaimu tak pernah aku sesali. Semoga Tuhan selalu melindungimu dan semua mimpi dan doa-doa yang pernah kita tulis di #Dreamlist yang kita buat bisa terwujud. Aamiin. Semoga kita bisa bertemu lagi disaat kita sudah mewujudkan beberapa dari impian kita. Salam sayang selalu untukmu dariku :)

p.s :  Masih kah kamu menyimpan dream list dan notes yang pernah aku buat? Aku masih menyimpannya dan sampai kapanpun tak akan ku buang.

Rabu, 28 Mei 2014

Aku tidak suka berpura-pura

Aku tidak suka berpura-pura..
Memaksakan diri untuk tampak selalu ''baik'' dan ''bagus'' di mata orang lain. Hanya demi menyenangkan mereka. Padahal sebenarnya hati ini menolak. Semua orang ingin menjadi muslimah yang baik. Yang taat pada agamanya. Namun penilaian shalehah/tidak, itu diberikan orang lain. Bukan diri kita sendiri yang berhak menilai! Untuk apa merasa diri ini shalehah dan orang lain mengakuinya, namun Allah belum tentu menilai kita seperti itu. Untuk apa? Hanya ingin mendapatkan pujian dari mahluk? Hanya ingin membangun citra bagus di masyarakat? Dan membanggakan diri sambil berkoar-koar kalau ''Aku ini perempuan shalehah lho!''. Sungguh miris sekali jika seperti itu. Hanya Allah yang berhak menilai baik atau tidaknya seseorang. Aku, meski sudah berjilbab, tak lantas membuatku berubah 180 derajat menjadi orang lain. Aku tetaplah aku. Aku yang cuek. Aku yang ceria. Aku yang rame. Aku yang hobi bercanda dan ketawa. Aku yang kadang suka jutek. Aku yang suka galak. Aku yang sangat sering menunjukan kesukaan dan ketidaksukaan-nya terhadap sesuatu. Aku yang masih suka pakai celana jeans dan sepatu kets. Aku yang hobi baca komik. Aku yang suka mendengarkan lagu-lagu barat. Sebagai remaja, terkadang, aku tidak terlalu suka dengan banyak peraturan. Aku yang ini-Aku yang itu. Inilah aku. Namun semenjak berjilbab, banyak hal berubah dalam hidupku. Mungkin aku jadi lebih banyak mempelajari ilmu agama dan hingga saat ini aku masih terus belajar. Aku lebih ingin mengenal Rabb-ku. Aku tidak pernah merasa diriku ini hebat. Aku tidak pernah merasa jilbabku sudah sempurna. Aku tidak pernah merasa akhlakku seratus persen baik. Aku tidak pernah merasa ilmu agamaku sudah tinggi. Aku tidak pernah merasa, bahkan belum menjadi seorang muslimah yang shalehah dan baik. Masih jauuh sekali seperti itu. Aku jauh dari sempurna. Tetapi aku sangat kagum dengan sosok Oki Setiana Dewi yang menjadi panutanku. Dia role mode yang baik untuk semua remaja. Banyak hal baik yang bisa aku contoh darinya. Walaupun ku akui untuk menjadi istiqomah itu tidaklah mudah!!
Aku tahu di usiaku saat ini memang adalah masa-masa labil seseorang mencari jati diri. Peralihan menuju remaja ke dewasa. Tapi aku tidak ikut-ikutan seperti orang lain dan memaksakan diri menjadi sesuatu yang ''bukan aku''. Aku memang bukan perempuan yang sempurna, tapi aku tahu mana yang baik dan buruk dalam hidupku. Selama apa yang aku lakukan sebagai remaja masih dalam batas wajar dan tidak melanggar peraturan. Inilah aku. Sekali lagi. Aku tidak suka berpura-pura. Tapi aku akan terus belajar dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena tujuan hidupku adalah menjadi anak yang berbakti, muslimah yang taat, istri yang shalehah dan ibu yang baik suatu saat nanti. Semoga tetap istiqomah :)

Rabu, 19 Maret 2014

Perbedaan

Terkadang kita tidak pernah bisa menduga akan menjatuhkan hati kepada siapa. Kita tak selalu menjatuhkan pilihan kepada orang yang tepat. Mungkin, bisa saja  kita menjatuhkan pilihan kepada seseorang yang ''tak terduga'' yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seseorang yang sudah terlanjur memiliki label ''tak mungkin'' untuk dimiliki. Seseorang dengan segala perbedaannya. Seseorang yang bukan sempurna. Seseorang yang bahkan tidak terlalu istimewa, tapi begitu spesial sehingga membuat kita memutuskan untuk memilihnya. Seseorang yang tak bisa dimengerti alasannya mengapa kita memilih dia, namun dia sangat berarti untuk menemani hidup kita.
Seandainya perbedaan bukanlah suatu masalah. Bukanlah suatu halangan. Mungkin siapa saja berhak untuk mencintai siapapun dengan segala perbedaan yang dimiliki. Hanya saja, perbedaan masih menjadi masalah hingga saat ini. Dan selalu menjadi ''jurang'' pemisah untuk seseorang bisa bersatu. Apakah masih layak perbedaan diperdebatkan? Disaat yang lain sedang berjuang untuk mempertahankannya. Layakkah? Jika kita berjuang demi perbedaan itu?
Dan kali ini... kembali terjebak di situasi yang sama. Situasi yang ingin melepaskan tapi tak rela, tapi jika diperjuangkan banyak resiko yang harus diambil. Aku harap.... Perbedaan yang menghalangi kita bisa menjadi hal yang saling melengkapi. Yang semakin mendekatkan kita. Aku selalu berdoa untukmu... Selalu...


Senin, 27 Januari 2014

Mempertahankan Hidayah

P.S : Tulisan Ini dulu pernah dimuat di majalah Hijabella edisi ke 5 bulan September-Oktober tahun 2013, dalam rubrik ''In My Hijab Story''. Jadi saya re-post kembali ke dalam blog ini. #RePost #ThrowBack



Hal yang tersulit ketika seseorang memutuskan untuk berhijab bukanlah mendapatkan hidayahnya tapi bagaimana kita dapat mempertahankan hidayah tersebut. Hijab sebenarnya bukanlah suatu hal yang asing buatku. Aku sering melihat beberapa saudaraku yang sudah berumur memakai hijab, atau guru-guruku, dan orang-orang juga banyak yang berhijab. Namun rasanya biasa saja. Aku berasumsi bahwa ‘’tidak apa-apa lah ga pake jilbab, yang penting pakaian yang aku kenakan selalu sopan’’. Kebetulan sebelum aku berhijab pun, aku memang tidak suka berpakaian yang seksi. Orangtua juga melarang anaknya keluar rumah memakai celana pendek, rok mini, atau tanktop. Aku sendiri memang cenderung agak tomboy. Pakaian yang kenakan paling kaus lengan pendek, celana jeans, kemeja, kaus lengan panjang, rok pun selalu dibawah lutut. Aku tidak pernah memakai hotpants, tanktop,  rok mini, atau mengikuti mode celana kedodoran yang terlihat celana dalamnya ketika berjongkok. Karena aku memang tidak suka. Namun persepsiku salah. Aku baru mengetahui bahwa jilbab merupakan suatu kewajiban seorang muslimah. Tahun 2007, usiaku 13 tahun, bapakku meninggal dunia. Hidupku berubah 180 derajat. Aku terpukul sekali. Saat bapak baru meninggal, ibuku yang semula tidak berhijab, langsung seketika itu juga istiqomah memakai hijab hingga saat ini. Aku sering merasa kagum melihat teman-teman sekolahku yang saat itu sudah istiqomah berhijab. Adem rasanya menatap mereka. Mereka terlihat anggun dan rapi. Keinginan berhijab sudah ada, tetapi nanti saja ketika aku sudah kuliah. Hingga pada saat idul fitri 2008, aku mengalami gangguan kecemasan. Jantungku berdetak kencang, tubuhku gemetaran, rasa ketakutan menjalar di sekujur tubuh, saat itu aku teringat akan kematian. Aku tidak tahu kenapa ini bisa terjadi? Apa karena aku trauma akan kepergian ayahku? Atau karena apa? mungkin ini yang disebut dengan hidayah. Saat itu aku teringat akan segala dosa dan kesalahanku. Usiaku masih sangat kecil, 14 tahun, aku baru duduk di kelas 1 sma. Juga baru setahun aku ditinggal oleh alm. Ayahku. Malam hari selepas kejadian itu, setelah aku sudah bisa lebih tenang, aku menangis sejadi-jadinya dengan penuh rasa ketakutan mengingat dosa-dosa dan kesalahanku. Tiba-tiba muncul statement dari mulutku bahwa aku ingin berhijab. Aku sempat berkonsultasi dengan ibu, keluarga, dan beberapa teman dekatku. Respon mereka mayoritas positif. Hingga tanggal 5 oktober 2008, pada saat acara halal bi halal keluarga besarku, bismillahirahmanirahim aku mantap berhijab. Di awal aku berhijab tidak begitu mulus jalanku. Aku masih mengalami gangguan kecemasan itu dan sempat sakit selama sebulan, ada juga yang meremehkan keputusanku berhijab dan mengganggap bahwa itu hanya sementara. Aku juga menjadi bahan bully ketika aku mulai berhijab. Banyak teman sekolahku yang cowok sering meledekku, menghinaku, mereka sering meledekku dengan sebutan karung berjalan, ibu-ibu, ustadzah, rockstar insyaf, dan bahkan ada yang terang-terangan berkata bahwa aku nampak jelek dengan hijab yang aku pakai. Aku sempat merasa down. Tapi aku ingat komitmen awalku kepada Allah swt untuk istiqomah berhijab. Alhamdulilah, hingga saat ini aku sudah kuliah aku masih setia memakai hijabku, dan insyaAllah hijabku ini aku terus kupakai untuk selamanya. Aku tahu meski hijabku belum sempurna dan ilmu agamaku masih kurang, namun aku akan terus berusaha untuk memperbaiki diriku dan memperbanyak ilmu agama. Aku sadar bahwa peristiwa saat itu merupakan hidayah dari Allah swt dan betapa bersyukurnya bahwa Allah masih sangat menyayangiku. Aku tidak tahu akan seperti apa pergaulan, kehidupan, dan aqidahku jika sekarang aku belum berjilbab. Aku berterimakasih kepadaMU ya Allah...

(Ratna Purnamasari-19 tahun-Bogor)

Untitled

Well... aku mau sharing tentang masalah karier, pendidikan, dan hal-hal semacamnya disini.

I have a friend. She's coming from a wealth family. Bapaknya salah satu pejabat di Kementrian (yang baru aku ketahui akhir-akhir ini setelah baca hasil wawancara beliau di sebuah majalah politik. Spechless!), Uang jajannya banyaaaaak sekali (melebihi kapasitas uang jajan mahasiswa pada umumnya), bahkan kalau bisa ia sanggup membiayai kuliah dengan uang jajannya sendiri. Aku sering melihat dia menukarkan uang dollar ke rupiah di money changer yang bisa meraup hasil 10-20 juta. Ckckck... subhanallaah... Aku gak pernah sirik ataupun iri dengan dia. She's my bestfriend since we were on highschool. Dia teman yang sangat baik dan hal yang paling aku suka dari dia adalah, TIDAK SOMBONG! Meskipun uang jajannya bisa melebihi UMR kota Bogor 4x lipat, meskipun bapaknya seorang pejabat di kementrian yang kenal dengan banyak tokoh terkenal seperti Dahlan Iskan, Chairul Tanjung, bahkan the adorable one pak Gita Wirjawan #HoldYourBreath!, meskipun ia selalu memiliki gadget paling update diantara kita semua, meskipun gayanya selalu paling fashionable dan stylish berkat barang-barang berkualitas bagus dan branded yang mampu ia beli, meskipun mobil di rumahnya berderet-deret, meskipun rumahnya bagus dan bertingkat, dan hal lainnya yang membuat dia terlihat 'stunning' diantara teman-teman yang lain tetapi dia tetap bersahaja dengan kerendahan hatinya dan sifatnya yang dermawan. She's a loveable person! :)
Contoh yang bagus sekali untuk aku tiru. Aku belajar banyak hal darinya. Walaupun manusia tidak ada yang sempurna. Sempat terpikir di benakku,  if i were her dengan uang jajan yang begitu banyaknya, mungkin sudah aku gunakan untuk mengikuti kursus ini kursus itu, kegiatan ini kegiatan itu yanag mendukung bakat dan minatku. Aku memang sudah lama mengikuti kursus bahasa inggris di lembaga bahasa asing LBPP LIA semenjak awal 2012. Aku sengaja mengambil kursus bahasa inggris karenaa inggris adalah bahasa favoritku dan aku memang sudah berminat dengan bahasa inggris sejak kecil (bahkan sebelum masuk sekolah dasar). Aku menyukai bahasa inggris karena sering mendegar lagu-lagu barat tempo dulu yang sering diputarkan oleh ua ku (paman). Beliau juga memiliki banyak koleksi film-film disney yang berbahasa inggris, membuatku tertarik dengan bahasa internasional ini. Jadilah aku memutuskan untuk les dia lia agar memperlancar kemampuan bahasa inggrisku dan memang cita-citaku (menjadi seorang news anchor) menuntut seseorang fasih dalam berbahasa inggris. Sejujurnya aku pingiiiin sekali menambah les lagi. Les bahasa inggris di tempat lain selain lia. Untuk memperkaya ilmu. Dan aku juga berminat untuk belajar bahasa asing lain (Katakanlah Perancis, Korea, Jerman, Arab), tapi saat ini aku ingin mengambil bahasa perancis. Entahlah aku suka sekali dengan aksennya yang seksi ;) Bonjour!
Sayangnya.... kemarin saat aku mengajukan keinginan kepada orangtuaku untuk menambah les bahasa inggris di Desa Amerika, aku tidak dibolehkan. Untuk biaya kuliah dan lesku di lia saja sudah cukup berat. Aku masih bisa melanjutkan pendidikan dan bisa kursus di Lia yang notabenenya mahal dan sudah terkenal, aku bersyukur. Im not coming from a rich family. Biasa saja.... Alm Bapakku hanya seorang PNS golongan rendah di departemen kehutanan dan ibuku hanya ibu rumah tangga biasa. Semenjak bapak meninggal dunia, ibu hanya mengandalkan hidup untuk membiayai kami dari uang pensiunan bapak yang tidak seberapa banyaknya. Ketika aku lulus sma dan ingin sekali untuk melanjutkan kuliah, aku sempat dilema dengan kendala biaya. Aku batal mengikuti PMDK dikarenakan tidak memiliki biaya untuk pendaftaran yang saat itu dikenakaan ongkos sebesar Rp. 300.000,- Biaya sebesar itu mungkin termasuk murah, tapi sungguh saat itu aku dan keluarga tidak memiliki uang seperak pun. Hingga akhirnya terpaksa aku mengurungkan niatku untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negri yang selama ini aku idamkan. Aku lebih realistis, kuliah dimanapun gak apa-apa yang penting aku masih bisa kuliah. Begitu kuat keinginanku untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S1. Karena aku mempunyai prinsip, walaupun keadaan ekonomi keluargaku pas-pasan tetapi aku harus tetap semangat mewujudkan cita-cita. Demi ibu. Demi Keluarga. Walaupun bapakku telah tiada aku ingin membuat beliau tersenyum bangga melihatku disana :')
Aku harus bisa lebih dari orangtuaku. Harus! Semangat itu lah yang masih mengobar di hatiku hingga saat ini. Semangat untuk mewujudkan impian dan cita-cita. Sedih memang jika mengingat kembali masa-masa itu, dimana aku kehilangan kesempatan berharga untuk bisa mengikuti pmdk. Padahal saat itu aku masuk peringkat 1 di kelas. Nilai raportku sejak kelas 10 juga lumayan bagus dan layak.
Tapi sudahlah buat apa disesali? Yang penting aku masih memiliki kesempatan untuk kuliah meskipun bukan di tempat yang akun harapkan. Tak pernah terbayang sama sekali di benakku bahwa kelak aku akan menuntut ilmu di universitas terbuka. Dengan sistem belajar yang ''Out of the box'' berbeda dengan cara belajar mainstream lainnya. Yang di awal semester sempat membuat kepalaku puyeng dan mumet dengan cara belajarnya yang online dan bertemu dosen hanya satu-dua kali/minggu. Aku sempat stres, shock, galau, dengaan IPK ku yang di awal semester mengenaskan! Selama ini nilai akademik ku di sekolah selalu bagus dan drop ketika aku kuliah di Universitas Terbuka. Itu karena aku masih shock dengan sistem kuliahnya. Terlebih jika tidak mendapatkan dosen, aku hanya kuliah online di rumah. Tidak ada tatap muka dengan dosen. Universitas terbuka ini memang diperuntukan untuk mahasiswa yang ingin kuliah sambil bekerja. Aku juga sempat bekerja selama 3 bulan di sebuah bank syariah sebagai seorang telemarketing officer. Tetapi aku terpaksa resign karena aku lebih memilih untuk melanjutkan les bahasa inggris di LIA yang sempat keteteran karena bekerja. Keputusan ini aku ambil dengan pertimbangan matang. Aku juga memang kurang nyaman dengan pekerjaan yaang ku jalani juga dengan sallary 'nya. Dan sekarang kegiatanku hanya les dan kuliah.. itu pun tidak setiap hari aku keluar rumah. Les hanya seminggu sekali (sekarang aku ambil jadwal yang sehari 4 jam) dan kuliah seminggu satu-dua kali (itu pun kalau dapat dosen TTM!). Makanya sejujurnya saat ini aku ingiiiiiiin sekali nambah les/kursus lagi. Kursus bahasa inggris lagi di tempat lain, kursus komputer, dan kursus bahasa asing lain (Perancis). Agar mengasah bakat dan kemampuanku. Juga menambah kegiatan yang bermanfaat. Aku tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi di belakang, tapi sekarang yang harus aku pikirkan bagaimana caranya aku bisa sukses di kuliah dan bekerja sesuai dengan bidang yang menjadi passionku selama ini. Sukses dan bisa membahagiakan keluargaku terutama IBU.
Yaah itu tadi... seandainya aku menjadi temanku yang kaya raya itu my life would be easier. Tapi jalan hidup seseorang sudah ada ketentuannya masing-masing, tinggal mensyukuri saja apa yang sudah aku miliki juga aku dapatkan sekarang ini dan menjalaninya sebaik mungkin agar segala cita-cita dan impianku dapat terwujud. Aamiin ya Rabbal'alamin...
Ohyaa, sekarang aku sedang hobi menulis dan sudah menghasilkan beberapa cerpen. Insha Allah bisa diterbitkan dalam sebuah buku, Aamiin ya Allah! :)
Aku masih tetap ingin les lagi bahasa. Bahasa perancis, komputer, atau inggris lagi. Sambil tetap menjalankan kuliah dan lesku di LIA. Mudah-mudahan aku bisa memiliki penghasilan sendiri untuk membiayai biaya kursusku. Lancarkanlaah rezekiku ya Rabb. Aamiin. #KeepSpirit! ;)

Minggu, 19 Januari 2014

My 20 Birthday

Alhamdulilaah....
Finally tanggal 17 Januari 2013 , hari jum'at tepatnya aku berusia 20 tahun. Barakallah fii 'ummurik ^^
Harapan-harapan di usia yang ke 20 tahun adalah :
1. Semoga panjang umur dan berkah
2. Selalu diberikan kesehatan dan disembuhkan dari segala penyakit yang ada
3. Dilindungi oleh Allah dimanapun berada dengan rahmat dan kasih sayangnya
4. Menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam segala aspek
5. Lebih dewasa (Hehehe noted it Nana! :p)
6. Dimudahkan goal tahun ini untuk menerbitkan novel/buku karangan sendiri. Doakaan yaaaaaa ^^
7. Harus bisa MOVE ON dari segala sesuatu yang menghambat di tahun-tahun sebelumnya!! #Fight
8. Semoga aku bisa kerja lagi.. Tanpa harus menganggu kuliah atau lesku. Aamiin
9. NO MORE Bad luck in my love life ... 
10.Yang terpenting aku dan keluarga  juga sahabat-sahabatku selalu diberikan kesehatan dan keselamatan agar bisa menjadi lebih baik dan bahagia lagi. Aamiin.
Aamiin... Aamiin... Aamiin ya Allah ya rabbal alamin....

Well banyak yang bilang usia 20 tahun itu sudah dewasa. Yess it is... Tapi menurutku usia 20 tahun adalah masa transisi dimana seseorang remaja beralih menuju kedewasaan. Aku sih ingin tetap menjadi remaja yang ceria (20 years old is still teenagers!), tapi mungkin dalam beberapa hal seperti pola pikir, sudut pandang, dan sikap lebih dewasa tanpa harus menghilangkan ''jati diri'' ku yang sesungguhnya sebagai seorang gadis yang ceria dan berjiwa muda :)

Terimakasih! Buat surprise dari sahabatku Aya dan Asty yang datang ke rumah bawa kue tart meskipun melalui berbagai kebohongan (sialan!), tapi ternyata itu semua adalah bagian dari kejutan di hari ulangtahun ku. So sweet.... I really appreciated it! ;)

Mungkin gak semua orang tahu, bahwa aku melalui usia 20 ini dengan berbagai perjuangan yang berat di belakang. Semua mimpi buruk, kesedihan, kegalauan, yang aku JANJI bakal MOVE ON dan berjuang habis-habisan untuk bisa bangkit dan menghapuskan semua kesedihan yang ada. Ini semua adalah proses kehidupan dari Allah apakah aku sanggup untuk melaluinya atau tidak? Dan hal ini adalah bagian dari pendewasaanku dan pelajaran untuk hidupku ke depannya. 

Beribu rasa syukur yang aku ucapkan ke hadirat Allah atas segala nikmatnya yang terhingga. Many thanks ya Rabb :') :')
Semoga segala impian dan cita-citaku bisa terwujud, terutama untuk membahagiakan ibu dan keluargaku. Aamiin... Semoga aku bisa menjadi muslimah yang lebih baik lagi. Insha Allah :)